Musim Kering Tak Menyurutkan Semangat, Rutan Pelaihari Rawat Tanaman Timun dan Pare

PELAIHARI, INFO_PAS — Terik matahari dan kondisi tanah yang lebih cepat kering menjadi tantangan tersendiri bagi tanaman di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari. Namun, kondisi tersebut tidak membuat aktivitas pertanian berhenti. Petugas bersama warga binaan tetap turun ke kebun untuk memastikan tanaman timun dan pare mendapatkan perawatan yang cukup, Senin (31/8/2026).

 

Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho, bersama warga binaan Putra melakukan penyiraman tanaman sejak pagi. Air diberikan secara terukur pada area sekitar tanaman untuk membantu mempertahankan kelembapan tanah, sekaligus mengurangi risiko tanaman mengalami kekurangan air akibat cuaca yang kering.

 

Tidak sekadar menyiram, keduanya juga memeriksa kondisi tanaman satu per satu. Daun dan batang diperhatikan untuk melihat perkembangan pertumbuhan serta memastikan tanaman tetap dalam kondisi terawat. Aktivitas sederhana tersebut menjadi rutinitas penting agar tanaman dapat terus berkembang hingga memasuki masa panen.

 

Bagi Putra, merawat tanaman di tengah musim kering memberikan pelajaran tersendiri. Ia harus lebih teliti menentukan kebutuhan tanaman dan memahami bahwa hasil tidak datang secara instan.

 

“Kalau musim kering, tanaman harus lebih sering diperhatikan. Dari sini saya belajar untuk sabar dan disiplin, karena kalau tidak dirawat setiap hari, tanaman bisa tidak tumbuh dengan baik,” ujar Putra.

 

M. Ridho menjelaskan, penyiraman menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian ketika kondisi cuaca lebih kering. Menurutnya, perawatan yang konsisten diperlukan agar tanaman tetap tumbuh sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan.

 

“Di musim kering seperti sekarang, penyiraman dan pemantauan tanaman harus dilakukan lebih rutin agar timun dan pare tetap tumbuh dengan baik. Perawatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar menjaga tanaman dari proses awal sampai nantinya menghasilkan,” katanya.

 

Aktivitas di Kebun SAE tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan saat masa panen. Ada proses panjang yang harus dijalani, mulai dari menjaga kelembapan tanah, memantau pertumbuhan, hingga memastikan tanaman memperoleh perawatan secara berkelanjutan.

 

Bagi Rutan Pelaihari, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal keterampilan pertanian secara langsung. Pemanfaatan lahan melalui kegiatan produktif ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.

 

Di tengah musim yang menuntut perhatian lebih, setiap siraman air menjadi bagian kecil dari proses yang terus dijaga. Dari kebun SAE, pembinaan tidak hanya berbicara tentang menanam, tetapi juga tentang belajar merawat, bertanggung jawab, dan menunggu hasil dari proses yang dikerjakan dengan tekun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *