Panen 100 Ikat Sawi, Rutan Pelaihari Optimalkan Lahan untuk Dukung Kemandirian Pangan

PELAIHARI, INFO_PAS — Pemanfaatan lahan di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan hasil nyata. Kali ini, sebanyak 100 ikat sawi berhasil dipanen dari kebun yang berada di area blok Rutan Pelaihari, Sabtu (5/9/2026).

 

Panen tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan yang tersedia agar tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi dapat menghasilkan tanaman pangan yang bermanfaat. Kegiatan pertanian di lingkungan Rutan sekaligus menjadi sarana pembinaan yang mendorong warga binaan terlibat dalam aktivitas produktif.

 

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Pelaihari M. Adim Prasasta selaku pengawas kegiatan mengatakan, hasil panen tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung kegiatan pembinaan bagi warga binaan.

 

“Panen 100 ikat sawi ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain mendukung kemandirian pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan keterampilan melalui kegiatan pertanian,” ujar Adim.

 

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas bercocok tanam. Proses merawat tanaman hingga melihat hasilnya saat panen memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam menghasilkan sesuatu.

 

Salah seorang warga binaan, Darso, mengaku senang dapat terlibat dalam proses pengelolaan tanaman hingga panen. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi aktivitas yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan.

 

“Rasanya senang ketika tanaman yang kami rawat akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami belajar untuk lebih sabar dan tekun, karena hasilnya tidak langsung terlihat. Mudah-mudahan keterampilan seperti ini bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” kata Darso.

 

Proses budidaya hingga panen dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman dan kesiapan lahan. Ketika sawi telah memasuki masa panen, tanaman dipetik dan dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lingkungan Rutan.

 

Bagi Rutan Pelaihari, hasil tersebut tidak semata diukur dari jumlah ikat yang diperoleh. Lebih dari itu, kegiatan pertanian menjadi bagian dari proses membangun kemandirian pangan sekaligus menghadirkan aktivitas pembinaan yang memiliki hasil konkret.

 

Pemanfaatan kebun di area blok ini juga sejalan dengan arah kemandirian pangan di Lapas dan Rutan melalui program pertanian dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, sebagaimana salah satu Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

 

Melalui kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya memastikan proses pembinaan tidak berhenti pada aktivitas, tetapi menghasilkan keterampilan, produktivitas, dan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *