PELAIHARI, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan di lingkungan hunian. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil dengan dipanennya sebanyak 140 ikat sawi dari kebun yang berada di dalam area blok Rutan Pelaihari, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan panen berlangsung sebagai bagian dari pembinaan keterampilan di bidang pertanian yang melibatkan warga binaan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya diberikan aktivitas produktif selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dibekali keterampilan bercocok tanam yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari selaku Pengawas Pembinaan, Galang Tresno Prakoso, mengatakan kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian warga binaan.
“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan yang dikelola secara konsisten dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain memenuhi aktivitas pembinaan, warga binaan juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pertanian mulai dari perawatan hingga panen,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan panen, warga binaan bernama Dani turut terlibat dalam memetik, mengumpulkan, hingga menata hasil tanaman sawi yang telah siap dipanen. Keterlibatan warga binaan secara langsung menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mereka dapat memahami tahapan pengelolaan tanaman sekaligus merasakan hasil dari kerja yang dilakukan secara tekun.
Sebanyak 140 ikat sawi berhasil dikumpulkan dalam kondisi siap panen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan lahan di dalam area blok dapat dikelola secara produktif meskipun dilakukan dengan sarana dan ruang yang terbatas.
Program pertanian di Rutan Pelaihari juga menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aktif dan produktif. Warga binaan diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif yang memiliki nilai keterampilan dan manfaat nyata.
Galang menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian agar dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Yang paling penting, warga binaan mendapatkan keterampilan yang bisa mereka bawa dan kembangkan setelah selesai menjalani masa pidana,” katanya.
Panen sawi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa program pembinaan di Rutan Pelaihari tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kegiatan selama warga binaan berada di dalam Rutan, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan, etos kerja, dan rasa percaya diri sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Melalui pembinaan kemandirian yang dilakukan secara konsisten, Rutan Pelaihari berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan produktif yang dapat mendukung kemandirian pangan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.






