DANDIM 1703/DEIYAI HADIRI PERESMIAN MONUMEN KAREL GOBAI, BUPATI PERTAMA KABUPATEN PANIAI
Paniai – Komandan Kodim 1703/Deiyai Letkol Inf Muhammad Habli Aufa, S.H. Menghadiri kegiatan peresmian Monumen Karel Gobai, Bupati pertama Kabupaten Paniai. Kehadiran Dandim merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa almarhum Karel Gobai yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah, yang berlangsung di kantor distrik Paniai timur, kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Senin 29/06/2026.
Kegiatan peresmian berlangsung dengan khidmat serta dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum Karel Gobai, serta berbagai elemen masyarakat. Rangkaian acara meliputi doa bersama, sambutan dari para pejabat, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya monumen tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1703/Deiyai menyampaikan bahwa keberadaan Monumen Karel Gobai diharapkan menjadi simbol penghormatan kepada para pendahulu serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah dengan semangat persatuan, pengabdian, dan cinta tanah air.
Turut hadir dalam kegiatan diantaranya, Yampit Nawipa (Bupati Kabupaten Paniai), Jhon Gobai (Anggota MRP Provinsi Papua Tengah), Yanuarius Yumai, S.PWK. (Ketua DPRK Paniai), Eriando FX Dien SH.M.Si (Sekda Kabupaten Paniai), Soleman Boma S.E (Asisten II Sekda Kabupaten Paniai), Agnes Erniyati (Asisten III Setda Kabupaten Paniai), Dance Gobai (Kepala BAPEDA), Pit Pigai (Kepala suku Mee), Letkol Inf Habli Saufa (Dandim 1703/Deiyai), AKBP Roycke H.F Bataubun S.IP., S.I.K., M,Si., M.Tr.Opsla (Kapolres Paniai), Letkol Inf Ary Eko Pramono S.Sos M.I.P (Dansatgas Yonif 711/RKS), Kapten Inf Eko Warsito (Danramil 1703-01/Enarotali), Para kepala OPD Kabupaten Paniai dan Para Kepala Distrik dan Kepala Kampung.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan
Pembacaan biografi dan perjalanan hidup Bapak Karel gobai oleh Bapak Dance Gobai, S.i.p. (kepala Dinas Satu Atap) yang intinya ,Biografi singkat almarhum Karel Gobay yang di bacakan oleh Dance Gobai, anak dari Almarhum Karel Gobai yang Intinya,
“Nama lahir beliau adalah Temotipiya Gobay Beliau lahir di Ukadeya Kampung Kagupagu Distrik Paniai Utara Kabupaten Paniai pada Tanggal 3 Januari 1928 sebagai anak kedua dari lima bersaudara nama ayahnya ialah Ukadeyawogi Gobay dan ibunya bernama Ukoyeba Tenouye dan hidup dalam asuhan orang tua selama 11 Tahun.
Pada tahun 1940 memasuki usia yang ke-12 Tahun Beliau diambil oleh Petugas Pemerintah Hindia Belanda saat itulah Nama Dari Temotipiya Gobay diganti dengan Nama Karel Gobay dan Beliau menyelesaikan Pendidikan Sekolah Alkitab Makassar (SAM) dikota Makassar bersama temannya Bpk. Almarhun Zakeus Pakage Tahun 1946-1950 belajar bahasa, menulis dan ajaran agama dan menjadi guru Alkitab pertama di Enarotali.
Beliau menikah 3 (tiga) istri dengan jumlah 14 (empat belas) anak yang ditinggalkan dan Beliau menutup Usia dengan menghembuskan nafas terakhir tepat di RSUD Nabire Siriwini pada tanggal, 28 Oktober 1995 Dan dimakamkan di Tempat Pekuburan Umum Nabarua di Nabire.
Perjalanan hidup atau karier almarhum Karel Gobay semasa hidupnya Beliau bergabung dalam Tim Operasi Oaktree yang dipimpin Kapten J.V de Bruijn Tahun 1942-1945 berperan sebagai penunjuk jalan utama dan penghubung dengan masyarakat adat saat menjelajahi medan berat Pegunungan Tengah Papua, Beliau diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) Wilayah Pegunungan Tengah 1950-1962 menjadi pejabat pribumi pertama diwilayah pegunungan Papua Tengah.
Beliau menjadi anggota Niew-Guinea Raad /Dewan Nugini Belanda 5 April 1961-1 Oktober 1962 mewakili wilayah Mepago Danau Tigi dan Wissel Meren Paniai Pada Tanggal 1 Mei Tahun 1963 Irian barat waktu itu resmi masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dibentuk dua Kabupaten administratif sebagai daerah bekas jajahan Pemerintah Hindia Belanda salah satunya adalah Kabupaten Administratif Pegunungan Tengah Bagian Barat ibukotanya berkedudukan dipinggir Danau Wissel Meren tepatnya di Enarotali.
Beliau diangkat menjadi Wakil Bupati sedangkan Bupati adalah Drs. Soekandar Soerodjotanojo dari Tahun 1966-1969. Waktu itu dengan pertimbangan kondisi geografis dan sarana prasarana yang sangat minim dipindahkan ibukota yang berkedudukan di Enarotali ke Nabire. Tugas Beliau merintis kota Nabire dalam program tata ruang kota Nabire, Menjadi Bupati Kabupaten Paniai dari Tahun 1969-1972 Beliau terpilih menjadi Anggota DPRD dari Partai Golkar periode 1987-1992 kembali dipercayakan oleh rakyat untuk menyuarahkan aspirasi pembagunan diwilayah Kabupaten Paniai.”,tutup Bapak Dance Gobai, S.i.p. (kepala Dinas Satu Atap) anak dari Alm.Karel Gobay.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Paniai, peresmian Monumen Karel Gobay bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan fisik, melainkan wujud penghormatan dan penghargaan atas jasa, pengabdian, serta keteladanan seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat Papua,”.
“Monumen ini diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan dan dedikasi Karel Gobay, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar senantiasa mengenal, menghargai, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan, persatuan, pengabdian, serta semangat membangun daerah”,
“Pemerintah Kabupaten Paniai menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan monumen ini, mulai dari keluarga besar Karel Gobay, panitia pelaksana, para tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil dan Saya harap seluruh masyarakat Kabupaten Paniai untuk menjaga dan merawat monumen ini sebagai aset bersama yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan pendidikan.”,
“Dengan demikian, keberadaannya akan tetap memberikan inspirasi bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.”,
Tutup Yampit Nawipa (Bupati Kab. Paniai).
Prosesi Peresmian Monumen Almarhum Karel Gobay berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai agenda tanpa adanya gangguan keamanan maupun hambatan yang berarti.
Peresmian monumen tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Paniai terhadap jasa dan pengabdian Almarhum Karel Gobay sebagai salah satu tokoh bersejarah Papua yang pernah menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Setempat (KPS), Wakil Bupati, Bupati Kabupaten Paniai, serta Anggota DPRD.
Sambutan Bupati Kabupaten Paniai menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah, persatuan, pengabdian, dan semangat pembangunan yang diwariskan Almarhum Karel Gobay, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga monumen sebagai aset sejarah dan budaya daerah.
Kehadiran unsur Forkopimda, DPRK, MRP Papua Tengah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, kepala OPD, serta keluarga besar Almarhum Karel Gobay menunjukkan adanya dukungan lintas unsur terhadap upaya pelestarian sejarah dan penghormatan kepada tokoh-tokoh daerah.






