Dari Kebun SAE, Warga Binaan Rutan Pelaihari Belajar Merawat Tanaman hingga Menumbuhkan Kemandirian

PELAIHARI, INFO_PAS — Pagi di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari tidak hanya diisi dengan aktivitas bercocok tanam. Di tengah hamparan tanaman yang tumbuh, warga binaan belajar bahwa setiap hasil membutuhkan proses, ketekunan, dan kepedulian.

 

Pesan tersebut terlihat dalam kegiatan perawatan tanaman yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8). Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan Salam, terlibat langsung dalam menjaga kondisi tanaman dan lingkungan kebun agar tetap produktif.

 

Berbekal peralatan sederhana, keduanya melakukan pengecekan kondisi tanaman sekaligus membersihkan area budidaya. Tanaman yang memerlukan perhatian mendapat penanganan, sementara area sekitar kebun dirapikan agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

 

Bagi Rutan Pelaihari, aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas menjaga tanaman. Setiap kegiatan di Kebun SAE dirancang menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan.

 

“Yang kami tekankan bukan hanya bagaimana tanaman bisa tumbuh, tetapi bagaimana warga binaan memahami prosesnya. Mereka belajar merawat, mengamati, mengambil keputusan sederhana, dan bertanggung jawab terhadap tanaman yang menjadi tugasnya,” ujar M. Ridho.

 

Menurutnya, perawatan menjadi salah satu tahap yang menentukan keberhasilan budidaya. Tanaman yang terlihat subur tetap membutuhkan perhatian agar dapat berkembang secara optimal hingga menghasilkan.

 

Di sisi lain, Salam mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda. Ia mengatakan, bekerja di kebun membuat dirinya semakin memahami bahwa sesuatu yang bernilai tidak dapat diperoleh secara instan.

 

“Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih sabar. Tanaman tidak bisa langsung menghasilkan, harus dirawat dan diperhatikan terus. Saya senang bisa ikut belajar karena keterampilan seperti ini bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” tutur Salam.

 

Kegiatan pertanian juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk membangun kebiasaan positif. Mereka tidak hanya belajar mengenai tanaman, tetapi juga dilatih menerapkan kedisiplinan, menjaga kebersihan, bekerja sama, serta menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.

 

Kebun SAE Rutan Pelaihari menjadi salah satu sarana yang mempertemukan proses pembinaan dengan aktivitas produktif. Dari pengolahan lahan hingga perawatan dan panen, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah proses kerja menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

 

Melalui pembinaan tersebut, Rutan Pelaihari berupaya mengubah waktu selama menjalani masa pidana menjadi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di dalam lingkungan Rutan, tetapi dapat diterapkan sebagai aktivitas produktif ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

 

Sebab, sebagaimana tanaman yang dirawat hari demi hari, perubahan pun membutuhkan proses. Dari tangan yang bekerja di Kebun SAE, Rutan Pelaihari menanam harapan agar warga binaan tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap, produktif, dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *