Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru kembali melakukan panen kacang tanah sebanyak 50 kilogram di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Labaru, Sabtu, (5/9). Panen ini merupakan bagian dari Pembinaan Kemandirian guna mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui kemandirian pangan.
Panen dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Banjarbaru, Rifaldi Shandri Akbar, serta diikuti oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Ady Tri Marwoko, Staf Giatja, dan 13 orang Warga Binaan. Seluruhnya terlibat langsung dalam proses panen kacang tanah yang dibudidayakan di lahan SAE Labaru.
Panen dilakukan pada lahan seluas 100 meter persegi yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan melalui Labaru Fresh Market untuk memberi manfaat ekonomi sekaligus dukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Kasi Binadik dan Giatja, Rifaldi Shandri Akbar, mengatakan pengembangan pertanian di SAE Labaru terus diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi Pembinaan Kemandirian Warga Binaan.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada untul mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Semoga panen ini memberikan keterampilan pertanian yang dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana,” harapnya.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan panen, Budiono, menyampaikan keterlibatannya dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru selama menjalani pembinaan. “Kami mendapatkan pengalaman langsung mulai dari merawat tanaman sampai proses panen. Keterampilan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga dapat menjadi bekal bagi kami setelah kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Kegiatan pertanian di SAE Labaru dilaksanakan sebagai upaya Lapas Banjarbaru mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi lahan produktif sekaligus mendukung program kemandirian pangan. Upaya tersebut sejalan dengan Program Aksi Kemenimipas melalui pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum digunakan secara optimal.
Lapas Banjarbaru berharap pemanfaatan lahan SAE dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.






