PELAIHARI, INFO_PAS — Lantunan syair dan shalawat menggema di Ruang Kunjungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Kamis (3/9). Suasana kunjungan keluarga kali ini terasa berbeda ketika warga binaan menampilkan Maulid Habsyi sebagai bagian dari kegiatan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
Salah seorang warga binaan, Ilham, tampil membawakan Maulid Habsyi bersama rekan-rekannya di hadapan keluarga warga binaan yang sedang berkunjung. Lantunan shalawat dan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW membuat suasana ruang kunjungan terasa lebih khidmat sekaligus hangat.
Bagi Ilham, kesempatan tampil dalam kegiatan keagamaan tersebut bukan hanya menjadi aktivitas pengisi waktu, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, melatih keberanian, dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Alhamdulillah, saya senang bisa ikut tampil dalam kegiatan habsyi ini. Selain bisa menyalurkan kemampuan, kegiatan seperti ini membuat kami lebih banyak mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Saya berharap apa yang kami pelajari selama di sini bisa menjadi bekal untuk berubah menjadi lebih baik,” kata Ilham.
Penampilan tersebut juga memberikan pengalaman tersendiri bagi keluarga yang hadir. Husni, salah satu keluarga warga binaan, mengaku senang dapat menyaksikan langsung kegiatan positif yang dilakukan warga binaan di tengah pelaksanaan kunjungan.
“Saya senang melihatnya. Suasananya menjadi lebih religius dan kami sebagai keluarga juga bisa melihat kegiatan positif yang dilakukan warga binaan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi semangat bagi mereka untuk menjadi lebih baik,” ujar Husni.
Kegiatan Maulid Habsyi menjadi salah satu gambaran bahwa proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung melalui berbagai aktivitas yang menyentuh aspek kepribadian. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diberikan ruang untuk berlatih, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai positif dalam keseharian.
Lebih dari sekadar penampilan, lantunan habsyi yang dibawakan warga binaan menghadirkan pesan bahwa proses perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Kesempatan untuk tampil, belajar bersama, dan mendapat dukungan keluarga menjadi bagian dari pengalaman yang dapat membantu warga binaan membangun kembali kepercayaan diri.
Bagi keluarga yang datang berkunjung, kegiatan tersebut juga menjadi jendela untuk melihat sisi lain dari kehidupan warga binaan. Di balik proses menjalani masa pidana, terdapat upaya untuk terus belajar dan memperbaiki diri melalui pembinaan yang diberikan.
Rutan Pelaihari terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat nilai keagamaan. Pembinaan kepribadian diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas selama berada di dalam Rutan, tetapi dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Dengan lantunan shalawat yang memenuhi ruang kunjungan, pertemuan warga binaan dan keluarga pada hari itu tidak hanya menjadi momentum melepas rindu, tetapi juga menghadirkan pesan sederhana tentang harapan, perubahan, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.






