Paniai – Menghadapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Paniai selama lebih dari dua bulan tanpa curah hujan, Danramil 1703-01/Enarotali Kapten Inf Eko Warsito bersama Babinsa melaksanakan kegiatan pemberian imbauan kepada masyarakat, Di Kabupaten Paniai. Senin, (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan langkah antisipatif terhadap dampak musim kemarau, khususnya menyangkut ketersediaan air bersih serta meningkatnya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di sekitar Dermaga Aikai, Kapten Inf Eko Warsito mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menggunakan air secara bijaksana sesuai dengan kebutuhan. Danramil juga mengajak masyarakat adat, aparat TNI-Polri, ASN, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sungai dan kawasan Danau Paniai.
“Dalam proses musim kemarau ini, kami berharap kepada semua pihak untuk mengubah tata kebiasaan. Musim kemarau hingga dua setengah bulan tanpa curah hujan sangat dirasakan, maka mari bergandeng tangan merawat sungai-sungai yang ada, baik yang bermuara ke Danau Paniai maupun yang berada di balik gunung,” ujar Kapten Inf Eko Warsito.
Selain mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, Danramil juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sumber air dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun Danau Paniai. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar dedaunan, membuka lahan dengan cara membakar, maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di sekitar sungai, danau, serta kawasan perbukitan.
“Kami melarang keras masyarakat membuang sampah di sungai-sungai serta Danau Paniai, serta dilarang membakar dedaunan atau membuka lahan di pinggir kali, danau maupun perbukitan,” tegasnya.
Kapten Inf Eko Warsito turut mengingatkan masyarakat agar memastikan api tungku rumah tangga benar-benar padam setelah digunakan. Selain itu, masyarakat diminta memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Untuk menjaga ketersediaan air, Danramil juga menyampaikan adanya pengaturan waktu penggunaan air pada bak penampungan. Masyarakat dapat memanfaatkan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci mulai pagi hingga pukul 12.30 WIT, sedangkan setelah waktu tersebut penggunaan air diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi hingga pagi hari berikutnya.
“Bila kemarau ini terus-menerus, maka kami Aparat TNI-Polri dan Pemda mengambil alih untuk menghadirkan tata guna demi kelancaran mengonsumsi dan menggunakan air seperlunya,” tambah Danramil.
Danramil 1703-01/Enarotali berharap seluruh masyarakat dapat mematuhi imbauan dan ketentuan yang telah disampaikan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami memohon kepada semua pihak tanpa kecuali untuk mematuhi ketentuan, larangan, serta kewajiban ini. Mari bergandengan tangan melestarikan lingkungan sebagai rumah kita demi mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tutup Kapten Inf Eko Warsito.






