PELAIHARI, INFO_PAS — Pemanfaatan lahan secara produktif menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan. Hal tersebut turut menjadi perhatian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan Erwedi Supriyatno saat meninjau langsung lahan ketahanan pangan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari di Desa Pagatan Besar, Rabu (9/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Erwedi Supriyatno didampingi Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Isnawan serta Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari Eri Triyanto. Kehadiran jajaran pimpinan di lokasi menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus melihat secara langsung potensi lahan yang dapat dikembangkan secara produktif.
Lahan yang berada di Desa Pagatan Besar tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendukung program kemandirian pangan. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan pengelolaan lahan terus diarahkan pada kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.
Pengembangan ketahanan pangan merupakan salah satu fokus penting dalam penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Dalam arah kebijakan tersebut, setiap Unit Pelaksana Teknis didorong untuk memanfaatkan lahan tidur (idle) melalui program pertanian, perikanan, maupun peternakan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing UPT.
Bagi Rutan Pelaihari, pemanfaatan lahan bukan hanya berbicara mengenai hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan. Kegiatan produktif di sektor pertanian dapat menjadi ruang untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari Eri Triyanto mengatakan pihaknya akan terus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemasyarakatan.
“Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang tersedia agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan warga binaan agar mereka memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Eri.
Peninjauan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan pengembangan di lapangan. Dalam materi penguatan tugas dan fungsi Kakanwil Ditjenpas Kalsel, pengembangan program pertanian juga diarahkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan bibit, pupuk, obat-obatan pertanian, serta dukungan alat dan mesin pertanian.
Dengan demikian, lahan ketahanan pangan di Pagatan Besar diharapkan tidak sekadar menjadi lahan yang dimanfaatkan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang produktif. Hasil dari program tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pemasyarakatan sekaligus memperkuat keterlibatan warga binaan dalam kegiatan yang bermanfaat.
Langkah ini sejalan dengan arah pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai proses untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri di tengah masyarakat.
Melalui optimalisasi lahan, penguatan pembinaan, serta pengembangan kerja sama, Rutan Pelaihari terus berupaya menerjemahkan program ketahanan pangan menjadi kegiatan nyata di lapangan—bukan sekadar memanfaatkan lahan, tetapi menumbuhkan kemandirian dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.






