PELAIHARI, INFO_PAS — Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengobati ketika sakit, tetapi juga membutuhkan pemeriksaan rutin dan pemahaman terhadap risiko penyakit. Komitmen tersebut terus dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk mendukung pencegahan serta pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan rutan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas Klinik Pratama Rutan Pelaihari ini menyasar warga binaan, khususnya mereka yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pendekatan promotif dan preventif dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendukung pencapaian derajat kesehatan yang optimal selama menjalani masa pidana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan, kemudian dilanjutkan pemeriksaan terhadap warga binaan. Sebanyak 28 orang mengikuti kegiatan tersebut, dengan rincian 18 orang memiliki riwayat hipertensi, tiga orang mengalami hipertensi disertai diabetes melitus, empat orang memiliki riwayat diabetes melitus, dan tiga orang menunjukkan hasil pemeriksaan normal.
Pemetaan kondisi kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemantauan selanjutnya. Hipertensi dan diabetes melitus membutuhkan perhatian berkelanjutan, sehingga pemeriksaan rutin dan pemahaman mengenai faktor risiko diperlukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan serta mencegah komplikasi.
Perawat Rutan Kelas IIB Pelaihari, Andika Puji Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai pentingnya pengendalian penyakit tidak menular.
“Pemeriksaan dan penyuluhan ini kami lakukan agar warga binaan lebih memahami kondisi kesehatannya, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pengendalian penyakit membutuhkan pemantauan rutin, pola hidup sehat, serta kepatuhan menjalani terapi sesuai arahan dokter,” ujar Andika.
Sebagai tindak lanjut, Klinik Pratama Rutan Pelaihari akan mengevaluasi kondisi kesehatan warga binaan setiap minggu. Pemantauan tersebut menjadi dasar untuk melihat perkembangan kondisi pasien dan memberikan terapi medis sesuai arahan dokter penanggung jawab klinik berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Selain pemantauan klinis, data hasil pemeriksaan juga akan diinput ke dalam basis data melalui aplikasi PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pencatatan ini mendukung dokumentasi dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular secara lebih terstruktur, sehingga pelaksanaan program dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
Melalui penyuluhan, pemeriksaan, dan evaluasi berkala, Rutan Pelaihari terus memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan dan pengendalian penyakit. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendukung penanganan hipertensi dan diabetes melitus secara berkesinambungan.






