Lapas Banjarbaru Optimalkan Lahan Pertanian, Panen 32 Kg Alpukat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru berhasil memanen 32 kilogram buah alpukat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lapas Banjarbaru, Kamis, (22/10). Kegiatan ini melibatkan staf Subseksi Kegiatan Kerja (Subsi Giatja) 11 orang Warga Binaan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian.

Panen alpukat ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan memperoleh pengalaman dalam pengelolaan tanaman buah sekaligus belajar memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Kepala Subsi Giatja, Ady Tri Marwoko, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya kemandirian pangan melalui program pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle). “Kami terus mendorong pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia agar dapat menghasilkan produk pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan,” ujarnya.

Sebanyak 32 kilogram buah alpukat berhasil dikumpulkan dari kegiatan panen tersebut. Hasil panen selanjutnya direncanakan untuk dipasarkan melalui Fresh Market Labaru sebagai upaya memberikan nilai ekonomi terhadap hasil pertanian serta mendukung pengembangan kegiatan produktif di Lapas Banjarbaru.

Salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, SR (45), mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam panen alpukat memberikan pengalaman baru dalam kegiatan pertanian. “Saya senang bisa ikut merawat tanaman hingga memanen buahnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bisa kami manfaatkan untuk belajar bertani secara mandiri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Ke depannya, kegiatan pertanian diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, serta membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *