Banjarbaru, INFO_PAS – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di lingkungan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melaksanakan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (13/07). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan, mitigasi, serta penanganan keadaan darurat di lingkungan Lapas.
Koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Isnawan bersama jajaran pejabat struktural Lapas Banjarbaru. Kunjungan disambut oleh pihak BPBD Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Muhammad Syahrizal, dan Kepala Sub Bidang Pencegahan, Ariansyah.
Pertemuan ini membahas berbagai langkah-langkah strategis dalam menghadapi potensi bencana, diantaranya identifikasi potensi risiko bencana, penyusunan mekanisme koordinasi saat kondisi darurat, hingga rencana pelaksanaan sosialisasi dan simulasi kebencanaan bagi petugas maupun warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Isnawan menyampaikan bahwa koordinasi dengan BPBD merupakan bagian dari komitmen dari Kantor Wilayah dalam mewujudkan lapas dan rutan di Kalimantan Selatan yang tangguh bencana. Dengan sinergi yang baik, diharapkan upaya mitigasi dapat dilakukan secara terencana, mulai dari identifikasi potensi risiko, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan mekanisme penanganan keadaan darurat.
“Penting bagi kami untuk membangun kolaborasi dengan BPBD agar langkah-langkah mitigasi bencana dapat dilaksanakan secara efektif dan nantinya Lapas Banjarbaru menjadi pilot project bagi selurih Lapas dan Rutan di Kalimantan Selatan. Keselamatan petugas, warga binaan, dan seluruh pihak di lingkungan Lapas menjadi prioritas utama kami,” ujar Isnawan.
Sementara itu, Muhammad Syahrizal, menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Lapas Banjarbaru. Pihaknya menyampaikan kesiapan untuk mendukung Lapas melalui pendampingan teknis, edukasi kebencanaan, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi mitigasi bencana.
“Kami sangat apresiasi atas inisiatif Lapas dalam membangun koordinasi lintas sektor. Kami siap untuk memberikan dukungan melalui edukasi kebencanaan, pelatihan, penyusunan rencana kontinjensi, serta pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen di lingkungan Lapas,” jelasnya.
Melalui koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Lapas dan BPBD Provinsi sehingga upaya mitigasi bencana dapat terlaksana secara optimal, guna melindungi keselamatan petugas, warga binaan, serta menjaga keamanan dan kelangsungan operasional Lapas. Sinergi antarinstansi tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana.






