Mahasiswa KKN Tematik Undip Buat Kripik Lele di Lapas Ambarawa

*Mahasiswa KKN Tematik Undip Buat Kripik Lele di Lapas Ambarawa*

AMBARAWA- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 83 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi nugget dan pempek bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 3 Juli 2026 mulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 19 WBP serta didampingi oleh Emy Handayani, S.H., M.Hum. selaku dosen pembimbing KKN, mahasiswa KKN Tematik Tim 83 Universitas Diponegoro, dan jajaran petugas Lapas Kelas IIA Ambarawa.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik pengolahan ikan lele menjadi nugget dan pempek, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan produk. Selain praktik pembuatan, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Undip berharap WBP dapat memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan. Pengolahan ikan lele dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, memiliki nilai gizi yang tinggi, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN Tematik Tim 83 Universitas Diponegoro Tahun 2026 dengan judul “Pembinaan Kemandirian Paska Bebas Pada Warga Binaan Lapas Melalui Pengembangan Produk UMKM Pangan dan Penguatan Legalitas Usaha”. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan WBP melalui pengembangan produk pangan serta peningkatan keterampilan yang diharapkan mampu mendukung kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Ambarawa Subakdo Wulandoro menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara Lapas Kelas IIA Ambarawa dengan Universitas Diponegoro dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi WBP dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan di masa mendatang.(LASAMBAWA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *