Monitoring Narapidana dan Residivis di Rutan Pelaihari oleh Ditintelkam Polda Kalimantan Selatan

PELAIHARI, INFO_PAS – Menjelang berakhirnya masa pidana sejumlah warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari menerima kunjungan Tim Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalimantan Selatan dalam rangka monitoring dan pengarahan kepada narapidana yang akan bebas dalam waktu dekat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Pelaihari pada Selasa (28/7) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini sekaligus membangun kesadaran warga binaan agar tidak kembali melakukan tindak pidana setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan dipimpin oleh PS Panit I Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalsel, Iptu Jimmy Hasilohan Saragi, bersama jajaran anggota dan disambut oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Pelaihari, M. Adim Prasasta. Dalam suasana yang penuh keakraban, tim melakukan monitoring melalui dialog dan pendalaman informasi kepada sejumlah narapidana yang akan segera menyelesaikan masa pidananya. Selain menggali kesiapan mereka menghadapi kehidupan di luar rutan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi agar warga binaan memiliki tekad kuat meninggalkan masa lalu dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Monitoring tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Rutan Pelaihari dan Ditintelkam Polda Kalimantan Selatan dalam mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir serta kesiapan warga binaan untuk kembali diterima di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ka. KPR Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menyampaikan bahwa pembinaan yang diberikan selama menjalani masa pidana akan semakin optimal apabila didukung oleh kolaborasi dengan aparat penegak hukum melalui pendekatan yang bersifat preventif dan edukatif.

“Pembinaan yang kami lakukan di dalam rutan bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. Kehadiran Ditintelkam Polda Kalimantan Selatan melalui kegiatan monitoring ini menjadi bentuk sinergi yang sangat positif untuk memberikan penguatan mental dan motivasi kepada narapidana menjelang bebas. Harapan kami, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan semangat baru, tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta mampu menjadi pribadi yang taat hukum dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan,” ujar Adim.

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Jimmy Hasilohan Saragi juga memberikan pengarahan secara langsung kepada para narapidana. Ia mengingatkan agar masa pidana yang telah dijalani menjadi pelajaran berharga sekaligus titik balik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

“Kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran yang paling berharga dalam hidup. Jangan sampai kebebasan yang nanti Saudara peroleh justru membawa Saudara kembali pada kesalahan yang sama. Jadikan masa pembinaan di Rutan sebagai titik balik untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bekerja dengan jujur, membahagiakan keluarga, dan menjadi bagian dari masyarakat yang bermanfaat. Kesempatan kedua tidak datang kepada semua orang, maka manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya agar tidak kembali berhadapan dengan hukum,” pesan Iptu Jimmy Hasilohan Saragi kepada warga binaan.

Seluruh warga binaan mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Dialog yang berlangsung memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan rencana setelah bebas sekaligus memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari bersama Ditintelkam Polda Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen bersama bahwa proses pembinaan tidak berhenti saat masa pidana berakhir. Sebaliknya, pembinaan diarahkan untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan kesiapan warga binaan agar mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum, produktif, serta tidak mengulangi tindak pidana di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *