Panen 250 Ikat Kangkung, Rutan Pelaihari Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian

PELAIHARI, INFO_PAS — Sebanyak 250 ikat kangkung dipanen dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Rabu (21/10/2026). Di balik hasil panen tersebut, terdapat proses pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar bertani, memahami perawatan tanaman, dan mengembangkan keterampilan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan panen melibatkan Amin, warga binaan yang mengikuti pembinaan pertanian, dengan pendampingan petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho. Kebun SAE menjadi ruang praktik bagi warga binaan untuk mengenal tahapan budidaya sayuran secara langsung, mulai dari perawatan hingga pemanenan.

Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan kegiatan pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan pengalaman kerja yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh warga binaan.

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin warga binaan memahami bahwa hasil panen yang baik membutuhkan proses, ketekunan, dan perawatan yang konsisten. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari di kebun SAE dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ridho.

Bagi Amin, keterlibatan dalam kegiatan panen menjadi kesempatan untuk mempelajari pekerjaan pertanian secara langsung. Proses menanam, merawat, dan memanen sayuran memberikan pengalaman mengenai pentingnya kesabaran serta tanggung jawab dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.

“Melalui kegiatan ini, saya bisa belajar bagaimana merawat tanaman sampai siap dipanen. Saya berharap keterampilan yang didapat di sini bisa menjadi bekal dan bermanfaat bagi saya ketika kembali ke masyarakat nanti,” kata Amin.

Panen 250 ikat kangkung tersebut sekaligus menunjukkan pemanfaatan lahan SAE sebagai sarana pembinaan yang menggabungkan kegiatan produktif dan pembelajaran keterampilan. Hasil pertanian menjadi bagian yang terlihat dari proses tersebut, sementara pengalaman dan kemampuan yang diperoleh warga binaan menjadi nilai penting bagi keberlanjutan pembinaan.

Program pertanian di lapas dan rutan juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Melalui kegiatan di Kebun SAE, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus mendorong pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak berhenti pada hasil panen, tetapi turut membuka peluang bagi warga binaan untuk membawa pengetahuan dan pengalaman kerja sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *