Panen 70 Ikat Sawi di Area Branggang, Rutan Pelaihari Dorong Lahan Produktif untuk Pembinaan Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS — Area branggang Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari tak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengamanan, tetapi juga dimanfaatkan menjadi ruang produktif untuk mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan. Dari lahan tersebut, sebanyak 70 ikat sawi berhasil dipanen pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan panen yang dilaksanakan di area branggang Rutan Pelaihari tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bidang pertanian. Warga Binaan yang mengikuti program terlibat langsung dalam proses budidaya, mulai dari menanam, merawat, menjaga pertumbuhan tanaman, hingga memanen hasilnya.

Staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) sekaligus Pengawas Pembinaan, Sakiyo, turut melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian panen berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Panen 70 ikat sawi menjadi gambaran bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai. Tidak berhenti pada hasil panen, proses budidaya tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk mengenal pekerjaan pertanian secara langsung dan membangun keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pemanfaatan area branggang sebagai lahan pertanian sekaligus memperlihatkan bagaimana pembinaan kemandirian diarahkan pada kegiatan yang konkret. Setiap tahap yang dijalani Warga Binaan memberikan pengalaman praktis, dari memahami kebutuhan tanaman hingga menentukan waktu yang tepat untuk memanen hasil budidaya.

Sakiyo mengatakan, kegiatan pertanian memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar melalui proses sekaligus membiasakan diri dengan kegiatan yang produktif.

“Yang penting bukan hanya hasil panennya, tetapi proses yang dijalani Warga Binaan sejak menanam sampai memanen. Dari situ mereka mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Hairul, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pertanian hingga melihat langsung hasil tanaman yang selama ini dirawat bersama.

“Rasanya senang ketika melihat sawi yang kami rawat akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Mudah-mudahan keterampilan yang kami dapat di sini bisa berguna saat nanti kembali ke masyarakat,” kata Hairul.

Hasil panen sebanyak 70 ikat sawi menjadi salah satu capaian positif pembinaan kemandirian bidang pertanian di Rutan Pelaihari. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa optimalisasi lahan dapat berjalan beriringan dengan tujuan pembinaan, yakni memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu secara produktif.

Rutan Pelaihari akan terus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun pengalaman dan keterampilan Warga Binaan agar memiliki bekal yang lebih siap ketika kembali berinteraksi dan beraktivitas di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *