PELAIHARI, INFO_PAS — Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali menghasilkan komoditas pertanian. Sebanyak 50 ikat kangkung dipanen dari lahan pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, Rabu (26/8/2026).
Panen tersebut menjadi bagian dari aktivitas pembinaan bagi warga binaan sekaligus upaya memanfaatkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif. Kegiatan dilaksanakan bersama Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho, dan warga binaan Putra di area Kebun SAE Rutan Pelaihari.
Sejak proses penanaman hingga masa panen, kegiatan pertanian di Kebun SAE menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar mengelola tanaman secara langsung. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan bercocok tanam, tetapi juga mengenal proses perawatan hingga menghasilkan komoditas yang siap dipanen.
M. Ridho mengatakan, panen kangkung tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan pertanian dapat memberikan hasil yang konkret apabila dilakukan secara rutin dan dikelola dengan baik.
“Panen ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan bersama, mulai dari perawatan tanaman sampai pada tahap pemanenan. Bagi warga binaan, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk belajar keterampilan pertanian yang bisa bermanfaat selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Bagi Putra, keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman tersendiri. Menurutnya, merawat tanaman hingga melihat hasilnya dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus menjadi kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan.
“Senang bisa ikut merawat sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa tanaman juga membutuhkan ketelatenan dan perawatan. Hasil panen seperti ini membuat kami semakin semangat untuk mengikuti kegiatan pertanian,” katanya.
Panen 50 ikat kangkung ini sekaligus memperlihatkan bahwa program pembinaan di Rutan Pelaihari diarahkan tidak berhenti pada aktivitas harian, tetapi juga pada pembentukan keterampilan yang memiliki nilai praktis. Lahan yang sebelumnya berpotensi tidak produktif dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus pengembangan kegiatan pertanian.
Program tersebut sejalan dengan salah satu Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yakni mendorong kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan tidur .
Dari kebun sederhana di lingkungan Rutan Pelaihari, proses pembinaan terus diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya. Kangkung yang dipanen hari ini menjadi salah satu hasil dari proses tersebut—sekaligus gambaran bahwa pembinaan dapat berjalan beriringan dengan produktivitas dan kemandirian.
Penyajian kegiatan ini juga menempatkan proses pembinaan dan manfaatnya sebagai fokus utama, sesuai pedoman komunikasi Humas yang menekankan narasi berbasis proses, hasil nyata, serta kepentingan publik, bukan sekadar daftar capaian institusi.






