PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya menjaga kondisi kesehatan warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melalui pemantauan kesehatan secara berkala. Salah satunya dilakukan melalui Program Pemantauan Kesehatan Warga Binaan yang menyasar warga binaan dengan riwayat penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus.
Program tersebut dilaksanakan di Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari, Jumat (11/9), sebagai langkah preventif dan promotif untuk meningkatkan derajat kesehatan warga binaan secara optimal. Kegiatan dilaksanakan oleh petugas Klinik Rutan Pelaihari dengan menempatkan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, bukan sekadar pemeriksaan sesaat.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh serta melakukan pemantauan secara rutin. Setelah itu, petugas melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan terhadap warga binaan yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus.
Sebanyak 35 orang warga binaan mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 22 orang memiliki riwayat hipertensi, 4 orang memiliki riwayat hipertensi sekaligus diabetes melitus, dan 9 orang memiliki riwayat diabetes melitus.
Petugas Kesehatan Rutan Pelaihari, Andika, mengatakan pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dalam mengetahui perkembangan kondisi kesehatan warga binaan, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tidak menular.
“Pemantauan dilakukan secara berkala agar kondisi kesehatan warga binaan dapat terus diketahui perkembangannya. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing dan tetap mengacu pada arahan dokter penanggung jawab klinik,” ujar Andika.
Program tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan hari ini. Klinik Rutan Pelaihari akan melakukan evaluasi kondisi kesehatan warga binaan setiap minggu sebagai bagian dari pemantauan lanjutan. Apabila diperlukan, tindak lanjut diberikan melalui terapi medis sesuai advice dokter penanggung jawab Klinik Rutan Pelaihari.
Selain pemantauan secara langsung, hasil pemeriksaan juga akan diinput ke dalam basis data pada aplikasi PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ini membantu memastikan data kondisi kesehatan warga binaan terdokumentasi dan dapat menjadi bagian dari proses pemantauan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.
Melalui pola pemantauan tersebut, Rutan Pelaihari berupaya memastikan warga binaan dengan faktor risiko maupun riwayat PTM memperoleh perhatian kesehatan secara teratur. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang menitikberatkan pada pencegahan, edukasi, pemeriksaan, serta tindak lanjut secara berkesinambungan.






