Pengawasan Barbershop Rutan Pelaihari, Bekali WBP Keterampilan yang Bernilai Ekonomi

PELAIHARI, INFO_PAS — Pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari terus diarahkan agar tidak berhenti pada aktivitas rutin, tetapi mampu memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui kegiatan barbershop yang secara berkala mendapatkan pengawasan dan evaluasi dari petugas.

 

Pengawasan pembinaan kemandirian barbershop dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di Barbershop Rutan Kelas IIB Pelaihari. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai tujuan, sekaligus melihat perkembangan keterampilan WBP dalam menjalankan berbagai tahapan pelayanan cukur rambut.

 

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas WBP, mulai dari kesiapan peralatan, penerapan teknik dasar mencukur, hingga ketelitian dalam memberikan pelayanan. Pengawasan juga menjadi ruang bagi petugas untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki sehingga pelatihan dapat terus dikembangkan secara bertahap.

 

Bagi WBP, keberadaan barbershop bukan hanya menjadi ruang untuk menjalankan kegiatan pembinaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan kerja setelah menyelesaikan masa pidana.

 

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala agar pembinaan yang diberikan benar-benar memiliki arah dan manfaat bagi WBP.

 

> “Pengawasan ini bukan hanya untuk memastikan kegiatan berjalan, tetapi juga melihat sejauh mana keterampilan WBP berkembang. Kami ingin pembinaan barbershop dapat menjadi proses belajar yang nyata, sehingga keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan bisa menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Galang.

 

Sementara itu, salah seorang WBP peserta pembinaan, Adan, menilai kegiatan barbershop memberikan pengalaman baru karena dirinya dapat mempelajari keterampilan yang membutuhkan ketelitian sekaligus kesabaran.

 

> “Di sini saya bisa belajar cara mencukur dengan lebih benar dan rapi. Awalnya masih banyak yang harus dipelajari, tetapi dengan latihan dan arahan petugas, saya jadi lebih percaya diri. Harapannya keterampilan ini bisa saya gunakan setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Adan.

 

Monitoring dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembinaan. Dari proses tersebut, petugas dapat mengetahui perkembangan peserta, memberikan arahan ketika ditemukan kekurangan, serta mengoptimalkan kegiatan agar keterampilan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan.

 

Melalui pembinaan kemandirian barbershop, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan proses pembinaan yang berorientasi pada perubahan. Keterampilan yang dipelajari tidak hanya menjadi aktivitas selama berada di dalam Rutan, tetapi diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi WBP untuk membangun kehidupan yang lebih produktif ketika kembali ke masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *