PELAIHARI, INFO_PAS — Tanaman kacang panjang di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali mendapat perhatian melalui kegiatan perawatan dan penyiraman yang dilakukan secara rutin, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan Amin, melakukan perawatan tanaman sekaligus memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi di area kebun SAE.
Perawatan dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan sekitar. Penyiraman diberikan secara merata pada area tanaman kacang panjang, sementara kondisi pertumbuhan turut diamati untuk memastikan tanaman dapat berkembang dengan baik. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman hingga memasuki tahap pertumbuhan dan nantinya siap dipanen.
Menurut M. Ridho, perawatan secara rutin menjadi salah satu kunci dalam menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus mengajarkan warga binaan untuk lebih memahami proses budidaya pertanian.
“Tanaman tidak cukup hanya ditanam, tetapi harus dirawat secara konsisten. Melalui kegiatan ini kami mengajarkan warga binaan untuk memperhatikan kebutuhan tanaman, mulai dari penyiraman hingga melihat kondisi pertumbuhannya. Harapannya, keterampilan sederhana seperti ini dapat terus mereka kembangkan,” ujar Ridho.
Bagi warga binaan, aktivitas di kebun tidak sekadar menjadi rutinitas harian. Kegiatan pertanian menjadi ruang untuk belajar mengenali tahapan pemeliharaan tanaman, membangun kedisiplinan, sekaligus membiasakan diri bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dari awal hingga selesai.
Amin, warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan keterlibatan dalam perawatan tanaman memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya ketekunan dalam proses bercocok tanam.
“Di sini kami belajar bahwa tanaman harus diperhatikan setiap hari. Dari menyiram dan merawatnya, kami jadi tahu prosesnya tidak langsung menghasilkan, tetapi perlu sabar dan rutin,” kata Amin.
Kebun SAE Rutan Pelaihari menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan proses pembinaan dengan kegiatan produktif. Melalui keterlibatan langsung dalam perawatan tanaman, warga binaan memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung arah Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam mendorong kemandirian pangan melalui program pertanian di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Perawatan tanaman dilakukan secara berkelanjutan karena hasil pertanian tidak ditentukan oleh satu kali kegiatan. Kondisi tanaman perlu diperhatikan dari waktu ke waktu, mulai dari pemenuhan kebutuhan air, kebersihan lingkungan tanaman hingga pemantauan pertumbuhannya.
Melalui proses tersebut, Rutan Pelaihari terus mengembangkan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas. Bukan sekadar mengejar hasil panen, kegiatan di kebun SAE diarahkan untuk menghadirkan proses belajar yang nyata bagi warga binaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.






