Rutan Pelaihari Gelar Shalat Istisqa, Warga Binaan Memanjatkan Doa untuk Turunnya Hujan

PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana khidmat menyelimuti Arena Olahraga Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Jumat (28/8/2026), saat warga binaan melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus memanjatkan doa memohon turunnya hujan.

 

Pelaksanaan Shalat Istisqa diikuti warga binaan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Di tengah kondisi cuaca yang masih membutuhkan turunnya hujan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menghadapi kondisi alam juga membutuhkan ikhtiar, doa, dan kepedulian bersama.

 

Sejak pelaksanaan dimulai, warga binaan mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tenang. Kegiatan tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah berjamaah, tetapi juga bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan.

 

Pengawas Pembina Kepribadian Rutan Pelaihari, Abdul Latief Iriawan, mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan ketakwaan dan membangun kesadaran spiritual.

 

“Shalat Istisqa ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mereka untuk bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat serta keberkahan,” ujarnya.

 

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk merefleksikan diri. Salah seorang warga binaan, Basir, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa memberikan kesempatan untuk berdoa bersama sekaligus meningkatkan rasa syukur dan keimanan.

 

“Kami mengikuti Shalat Istisqa dengan penuh khusyuk. Semoga melalui doa bersama ini, Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat dan keadaan yang lebih baik bagi kita semua,” tutur Basir.

 

Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menyentuh aspek spiritual warga binaan. Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membangun sikap, kesadaran, dan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.

 

Melalui pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan aturan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat nilai moral dan spiritual sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *