PELAIHARI, INFO_PAS — Komunikasi langsung menjadi salah satu cara Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari memastikan kondisi warga binaan tetap terpantau. Melalui kegiatan Sapa Kasih, petugas menyambangi blok hunian untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan, keamanan, dan kebersihan lingkungan, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, selaku Ketua Tim. Sapa Kasih dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara petugas dan warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan blok hunian, tetapi juga memberikan ruang kepada warga binaan untuk menyampaikan kondisi maupun keluhan yang mereka rasakan. Pendekatan ini menjadi bagian dari deteksi dini, sehingga informasi yang muncul dari lingkungan hunian dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Salah satu hal yang ditemukan dalam pelaksanaan Sapa Kasih berkaitan dengan kondisi kesehatan warga binaan. Dua orang warga binaan menyampaikan kepada petugas bahwa mereka memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi tekanan darah secara langsung sekaligus memastikan warga binaan mendapatkan perhatian kesehatan sesuai dengan kondisi yang ditemukan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup kondisi kesehatan warga binaan. Keluhan yang disampaikan secara langsung menjadi informasi awal bagi petugas untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
“Melalui Sapa Kasih, kami ingin memastikan kondisi warga binaan dapat diketahui secara langsung, baik terkait kesehatan, keamanan maupun kebersihan. Setiap informasi yang disampaikan menjadi bahan bagi petugas untuk melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan,” ujar M. Adim Prasasta.
Selain aspek kesehatan, pemantauan terhadap kebersihan dan keamanan blok hunian juga menjadi bagian dari kegiatan. Kondisi lingkungan diperhatikan untuk memastikan suasana hunian tetap aman, tertib, dan kondusif bagi pelaksanaan pembinaan.
Sapa Kasih sekaligus menjadi bentuk pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis. Interaksi secara langsung memberikan kesempatan bagi petugas untuk memahami kondisi warga binaan dari sisi yang lebih dekat, sementara warga binaan memiliki ruang untuk menyampaikan hal-hal yang membutuhkan perhatian.
Bagi Rutan Pelaihari, pola komunikasi seperti ini penting untuk menjaga agar berbagai persoalan dapat dikenali sejak dini. Dengan komunikasi, pemantauan, dan tindak lanjut yang berjalan beriringan, pelaksanaan pembinaan diharapkan dapat berlangsung lebih responsif terhadap kondisi nyata di lingkungan hunian.
Kegiatan Sapa Kasih akan menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari dalam menjaga kualitas pembinaan sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap aspek kesehatan, keamanan, dan kebersihan, sehingga lingkungan rutan tetap mendukung proses pemasyarakatan yang aman, tertib, dan manusiawi.






