PELAIHARI, INFO_PAS — Lantunan selawat dan tabuhan rebana mengiringi suasana kunjungan tatap muka di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kamis (15/10/2026). Penampilan habsyi oleh warga binaan menghadirkan nuansa religius di tengah pertemuan bersama keluarga, menjadikan ruang kunjungan tidak hanya sebagai tempat melepas rindu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan ketenangan batin dan semangat memperbaiki diri.
Kegiatan habsyi menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan bakat seni islami sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Melalui lantunan selawat, warga binaan diajak menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta membiasakan diri mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan bermakna.
Petugas pendamping kegiatan, Abdul Latief Iriawan, menjelaskan bahwa kehadiran habsyi dalam layanan kunjungan memberikan warna tersendiri bagi warga binaan maupun keluarga yang datang. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan mendukung pelaksanaan pembinaan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan habsyi ini, kami ingin menghadirkan suasana kunjungan yang lebih positif dan religius. Selain menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ketenangan, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri,” ujar Abdul Latief Iriawan.
Di balik lantunan selawat dan irama rebana, terdapat nilai kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab yang turut dilatih. Para peserta perlu menjaga keselarasan suara, mengikuti irama, serta membangun kerja sama agar penampilan berjalan dengan baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini juga berpadu dengan makna kunjungan tatap muka yang memiliki peran penting dalam menjaga hubungan warga binaan dengan keluarga. Pertemuan langsung menjadi kesempatan untuk bertukar kabar, mempererat ikatan emosional, serta memperoleh dukungan moral yang dapat membantu warga binaan menjaga motivasi selama menjalani proses pembinaan.
Rutan Pelaihari terus mendorong kegiatan yang mampu mendukung perkembangan spiritual, mental, dan sosial warga binaan. Pembinaan melalui seni islami menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, kesabaran, ketekunan, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, serta kenyamanan seluruh pihak selama layanan kunjungan berlangsung.
Melalui lantunan habsyi yang menggema di ruang kunjungan, Rutan Pelaihari berharap kegiatan keagamaan dapat menjadi penguat semangat warga binaan untuk terus berbenah dan menata masa depan. Dengan dukungan keluarga serta pembinaan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.






