PELAIHARI, INFO_PAS – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kegiatan yang sarat dengan nilai keagamaan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari menggelar lomba azan yang diikuti 30 warga binaan dari Blok A, B, dan C di Masjid Istiqomah Rutan Pelaihari, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui perlombaan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk menyalurkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 30 warga binaan secara bergantian tampil mengumandangkan azan di hadapan peserta dan warga binaan lainnya. Setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaik dengan memperhatikan ketepatan bacaan, kefasihan, suara, irama, serta penghayatan saat mengumandangkan azan.
Suasana perlombaan berlangsung penuh antusias dan kekeluargaan. Para peserta saling memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang tampil, sementara kegiatan tetap berjalan tertib dan khidmat di lingkungan Masjid Istiqomah.
Pengawas Pembina Kepribadian Rutan Pelaihari, Abdul Latief Iriawan, bertindak sebagai juri dalam perlombaan tersebut. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari ketepatan dan kefasihan bacaan, kualitas suara, irama, hingga penghayatan peserta dalam mengumandangkan azan.
“Lomba ini bukan hanya tentang mencari siapa yang terbaik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, berani tampil, dan meningkatkan kemampuan dalam bidang keagamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi pembinaan mereka,” ujar Abdul Latief Iriawan.
Salah seorang warga binaan peserta lomba, Taufik, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba azan menjadi pengalaman positif karena selain dapat mengasah kemampuan, dirinya juga bisa ikut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan bersama warga binaan lainnya.
“Alhamdulillah saya senang bisa ikut lomba azan. Bagi saya, ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi kesempatan untuk belajar dan berani tampil di depan teman-teman. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena membuat kami lebih semangat mengikuti pembinaan,” kata Taufik.
Taufik juga berharap kegiatan keagamaan di Rutan Pelaihari dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan suasana positif dan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk lebih aktif dalam kegiatan pembinaan.
Lomba azan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan momentum HUT Kemerdekaan untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif, positif, dan membangun. Semangat kompetisi yang ditunjukkan para peserta diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di Rutan Pelaihari tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi turut menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, sportivitas, dan penguatan karakter.
Melalui pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Pelaihari terus memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan memperbaiki diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi momentum bagi warga binaan untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas diri, dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan semangat kemerdekaan dan pembinaan, lomba azan di Masjid Istiqomah Rutan Pelaihari tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai keagamaan warga binaan.






