PELAIHARI, INFO_PAS — Musim kering tidak menghentikan aktivitas pembinaan pertanian di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari. Di tengah kondisi lahan yang membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan tanaman, petugas bersama warga binaan tetap menjaga produktivitas Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) hingga menghasilkan panen cabai sebanyak 1,75 kilogram, Minggu (30/8/2026).
Panen dilakukan oleh Petugas Pembinaan Pertanian M. Ridho bersama warga binaan Putra. Cabai yang dipanen merupakan hasil dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara bertahap, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan sebelum memasuki masa panen.
Kondisi musim kering menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan pertanian. Tanaman membutuhkan perhatian dan perawatan yang konsisten agar tetap dapat tumbuh dan menghasilkan. Situasi tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami bahwa mengelola tanaman membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab.
Bagi warga binaan, kegiatan di kebun tidak berhenti pada aktivitas memetik hasil tanaman. Setiap proses memberikan pengalaman praktis tentang bagaimana sebuah tanaman dirawat hingga menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan.
M. Ridho mengatakan panen cabai tersebut menjadi salah satu gambaran dari proses pembinaan pertanian yang tetap dijalankan meski kondisi musim kering menghadirkan tantangan dalam perawatan tanaman.
“Di kondisi musim kering, perawatan tanaman memang membutuhkan perhatian dan konsistensi lebih. Panen ini menunjukkan bahwa proses yang dilakukan secara rutin tetap dapat memberikan hasil. Yang terpenting, warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan bertani yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 1,75 kilogram cabai yang berhasil dipanen menjadi hasil nyata dari pemanfaatan lahan Kebun SAE. Lebih dari sekadar angka hasil produksi, panen tersebut merepresentasikan proses pembinaan yang memberi kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif.
Kegiatan pertanian di Kebun SAE juga menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mendukung pembinaan kemandirian pangan. Program tersebut diarahkan agar warga binaan tidak hanya menjalani rutinitas selama berada di dalam rutan, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, setiap hasil panen menjadi bahan evaluasi sekaligus pengalaman baru. Dari lahan yang dirawat di tengah musim kering, warga binaan belajar bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan tumbuh dari proses yang dijalani dengan tekun dan konsisten.






