Pemantauan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Pelaihari Fokus Cegah Risiko Penyakit Tidak Menular

PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya menjaga kondisi kesehatan warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melalui Program Pemantauan Kesehatan sebagai langkah preventif dan promotif terhadap penyakit tidak menular (PTM).

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) tersebut berlangsung di Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari dengan melibatkan Petugas Klinik Rutan. Sasaran pemantauan secara khusus diarahkan kepada warga binaan yang memiliki riwayat Diabetes Melitus dan hipertensi, sehingga kondisi kesehatan mereka dapat dipantau secara berkala dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan. Petugas memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta mengikuti anjuran medis sebagai bagian dari upaya mengendalikan faktor risiko PTM.

 

Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 34 warga binaan mengikuti pemeriksaan dengan rincian 21 orang memiliki riwayat hipertensi, 4 orang mengalami hipertensi disertai Diabetes Melitus, dan 9 orang memiliki riwayat Diabetes Melitus.

 

Data hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemantauan berikutnya. Klinik Rutan Pelaihari akan melakukan evaluasi kondisi kesehatan warga binaan setiap minggu, sehingga perubahan kondisi dapat diketahui lebih dini dan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

 

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan pemantauan berkala diperlukan agar kondisi kesehatan warga binaan dengan riwayat PTM tidak hanya diketahui, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut secara berkesinambungan.

 

“Pemantauan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar kondisi warga binaan dapat terus terpantau. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar tindak lanjut medis sesuai dengan advice dokter penanggung jawab Klinik Rutan Pelaihari,” ujarnya.

 

Selain evaluasi medis, hasil pemantauan juga akan diikuti dengan terapi medis sesuai advice dokter penanggung jawab Klinik Rutan Pelaihari. Data kesehatan warga binaan selanjutnya dilakukan penginputan ke dalam database aplikasi PTM Kementerian Kesehatan RI, sehingga pencatatan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih terarah.

 

Program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di lingkungan Rutan tidak berhenti pada pemeriksaan ketika muncul keluhan. Pemantauan rutin menjadi bagian dari proses untuk mengenali kondisi kesehatan lebih awal, memastikan tindak lanjut berjalan, serta membantu warga binaan memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

 

Melalui program ini, Rutan Pelaihari terus mengupayakan peningkatan derajat kesehatan warga binaan secara optimal. Langkah preventif dan promotif tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh pelayanan kesehatan selama menjalani masa pembinaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *