PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana kerja di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari diawali dengan ruang diskusi yang lebih santai namun tetap berorientasi pada evaluasi. Melalui kegiatan *coffee morning* yang digelar secara daring melalui ruang Zoom Rutan Pelaihari, jajaran Rutan Pelaihari melakukan evaluasi kinerja selama satu bulan sebelumnya sekaligus mematangkan persiapan menghadapi sejumlah agenda kerja berikutnya, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan tugas yang telah berjalan. Berbagai pekerjaan yang telah dilaksanakan dievaluasi untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan baik, hal-hal yang masih memerlukan perbaikan, serta langkah yang perlu diperkuat agar pelaksanaan tugas ke depan dapat berlangsung lebih terarah.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang komunikasi bersama jajaran. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada capaian, tetapi juga pada kesiapan menghadapi pekerjaan selanjutnya, sehingga setiap bagian dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pelaksanaan tugas Rutan Pelaihari.
“Evaluasi bukan sekadar melihat apa yang sudah kita kerjakan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki. Dari sana kita menentukan langkah berikutnya agar pekerjaan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Eri.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antarjajaran menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pekerjaan. Persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas perlu dibahas bersama agar dapat segera ditindaklanjuti, sementara hal-hal yang telah berjalan baik dapat dipertahankan dan dikembangkan.
Forum coffee morning juga menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kesiapan jajaran menghadapi agenda yang akan datang. Dengan pembahasan yang dilakukan sejak awal, setiap potensi kendala dapat diantisipasi dan pembagian tugas dapat dipahami dengan lebih jelas.
Pendekatan evaluasi dan perencanaan tersebut sejalan dengan upaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada proses dan perbaikan berkelanjutan. Dalam komunikasi publik, aktivitas pimpinan ditempatkan sebagai bagian dari proses kerja institusi, sementara fokus utamanya tetap pada bagaimana pekerjaan tersebut menghasilkan pelayanan dan pelaksanaan tugas yang semakin baik bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari tidak hanya menutup satu rangkaian pekerjaan dengan evaluasi, tetapi juga membuka langkah berikutnya dengan persiapan yang lebih matang. Komunikasi, evaluasi, dan koordinasi menjadi bekal untuk memastikan setiap agenda kerja dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.






