PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus memperkuat pelayanan kepada warga binaan melalui program SAPA KASIH (Salam, Pantau Kesehatan, Keamanan, dan Kebersihan). Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) pukul 09.00 WITA ini dipimpin oleh Kepala Subseksi Pengelolaan, M. Taufiq Saputra, bersama jajaran staf Rutan Pelaihari dengan menyambangi langsung kamar-kamar hunian warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya menyapa dan berdialog secara langsung dengan warga binaan, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan penghuni, memastikan kebersihan lingkungan kamar hunian, serta mengecek situasi keamanan di setiap blok. Melalui pendekatan langsung ini, berbagai kondisi di lapangan dapat dipantau secara cepat sehingga kebutuhan maupun permasalahan yang dihadapi warga binaan dapat segera ditindaklanjuti.
Program SAPA KASIH menjadi salah satu bentuk komitmen Rutan Pelaihari dalam menghadirkan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan nyaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan serta penguatan keamanan dan ketertiban di dalam rutan, sehingga pembinaan dapat berlangsung secara optimal.
Saat menyambangi setiap kamar hunian, M. Taufiq Saputra mengajak warga binaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta berperan aktif menciptakan situasi yang kondusif di dalam blok hunian. Menurutnya, kebersihan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara petugas dan warga binaan.
“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan berada dalam kondisi sehat dan lingkungan hunian tetap bersih serta aman. Karena itu, kami hadir langsung untuk menyapa, mendengar, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kebersihan kamar dan memelihara keamanan blok adalah tanggung jawab kita bersama. Jika lingkungan terawat dan situasi tetap kondusif, maka proses pembinaan pun akan berjalan lebih baik dan nyaman bagi semua,” ujar M. Taufiq Saputra.
Kehadiran petugas yang turun langsung ke kamar hunian mendapat apresiasi dari warga binaan. Salah seorang warga binaan, Alpi, mengaku merasa diperhatikan karena petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mendengarkan kondisi yang dirasakan oleh para penghuni.
“Kami merasa benar-benar diperhatikan ketika petugas datang langsung ke kamar, menanyakan kondisi kesehatan, melihat kebersihan, dan berdialog dengan kami. Kehadiran seperti ini membuat kami merasa lebih tenang karena tahu bahwa keadaan kami terus dipantau dan menjadi perhatian. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” ungkap Alpi.
Melalui pelaksanaan SAPA KASIH, Rutan Pelaihari terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam pelayanan dan pembinaan. Selain memastikan kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap terjaga, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang tertib, sehat, dan kondusif, sesuai dengan prinsip komunikasi publik yang berorientasi pada manfaat nyata bagi penerima layanan.






