Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan panen kangkung sebanyak 400 kilogram di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banjarbaru, Selasa, (8/9). Kegiatan Pembinaan Kemandirian ini melibatkan jajaran petugas bersama 13 orang Warga Binaan sebagai upaya mendukung kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
Kegiatan panen diikuti Kepala Lapas Banjarbaru Irwanto Dwi Yhana Putra, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Rifaldi Shandri Akbar, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Junian Ramadhani, Kepala Subseksi Keuangan dan Kepegawaian Herry Ageng, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Ady Tri Marwoko, Kepala Urusan Umum Tri Andi Widiarto, serta Staf Kegiatan Kerja Lapas Banjarbaru.
Sebanyak 13 orang Warga Binaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui program Pembinaan Kemandirian bidang pertanian. Kangkung yang dipanen berasal dari lahan seluas 150 meter persegi dan menghasilkan total panen sebanyak 400 kilogram.
Hasil panen tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Dapur Sehat Lapas Banjarbaru serta didistribusikan melalui Fresh Market Lapas Banjarbaru. Pemanfaatan hasil pertanian ini menjadi bagian dari upaya Lapas Banjarbaru dalam mengoptimalkan hasil program pembinaan sekaligus mengembangkan kegiatan pertanian yang produktif.
Kegiatan panen kangkung ini juga merupakan bentuk dukungan Lapas Banjarbaru terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya program kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur atau idle.
Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menekankan pentingnya pemanfaatan lahan yang tersedia untuk menghasilkan kegiatan produktif sekaligus memberikan keterampilan kepada Warga Binaan. “Program pertanian ini tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan, Warji Ono, mengaku memperoleh pengalaman dan keterampilan selama terlibat dalam kegiatan pertanian. “Saya merasa senang dapat mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman serta pengetahuan baru tentang bercocok tanam. Semoga keterampilan yang kami peroleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat di masa mendatang,” sebutnya. Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap program Pembinaan Kemandirian terus memberikan manfaat bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian pangan.






