Dari Bibit Kecil, Tumbuh Harapan Baru di Kebun SAE Rutan Pelaihari

PELAIHARI, INFO_PAS — Pagi di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Pelaihari, Jumat (11/9/2026), diisi dengan aktivitas sederhana yang membutuhkan ketelatenan. Di antara hamparan tanaman, petugas pembinaan pertanian bersama warga binaan memeriksa dan merawat bibit-bibit terong yang tengah tumbuh.

 

Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, Umar Alif Al-Syairi, bersama warga binaan Salam, memastikan tanaman yang masih berada pada fase awal tersebut mendapatkan perawatan secara rutin. Tidak ada proses instan dalam budidaya tanaman. Bibit yang hari ini masih kecil harus dijaga agar kelak mampu tumbuh menjadi tanaman produktif.

 

Bagi Salam, aktivitas di kebun memberikan pengalaman yang berbeda. Tangannya yang sehari-hari menjalani rutinitas pembinaan kini turut bersentuhan langsung dengan pekerjaan pertanian. Ia belajar mengenali kondisi tanaman, mengikuti arahan petugas, serta memahami bahwa hasil tidak datang hanya dari menanam, tetapi dari merawatnya secara berkelanjutan.

 

“Kalau dilihat sekilas memang hanya merawat bibit, tetapi dari sini kami belajar untuk lebih teliti dan sabar. Tanaman juga tidak bisa langsung menghasilkan, harus dirawat sedikit demi sedikit,” ujar Salam.

 

Umar mengatakan, perawatan pada fase awal menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam rangkaian budidaya. Pendampingan diberikan agar warga binaan tidak hanya mengetahui teori, tetapi memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola tanaman.

 

“Kami ingin warga binaan memahami seluruh prosesnya. Mulai dari merawat bibit sampai nantinya berkembang menjadi tanaman yang bisa menghasilkan. Yang paling penting adalah mereka terbiasa dengan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi,” kata Umar.

 

Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain dari pembinaan kemandirian di Rutan Pelaihari. Kebun SAE menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman praktis bagi warga binaan, sekaligus memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif.

 

Lebih dari sekadar menjaga tanaman tetap tumbuh, proses tersebut menjadi latihan untuk membangun kebiasaan bekerja secara tekun. Setiap bibit membutuhkan perhatian, setiap tahap membutuhkan waktu, dan setiap hasil membutuhkan proses.

 

Pengembangan pertanian di lingkungan Rutan Pelaihari juga selaras dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 mengenai kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia.

 

Dari bibit-bibit terong yang masih kecil itu, pembinaan berjalan dalam bentuk yang sederhana namun nyata. Warga binaan tidak hanya diajak melihat bagaimana tanaman tumbuh, tetapi juga belajar bahwa sesuatu yang produktif membutuhkan kesabaran untuk dirawat dan ketekunan untuk dijalani.

 

Sebab di kebun, seperti halnya dalam proses pembinaan, hasil tidak selalu terlihat hari ini. Namun, setiap perawatan yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari proses menuju sesuatu yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *